Arnoud van Doorn, Presiden Yayasan Dakwah Eropa Sebut Prancis di Bawah Macron Idap Post Power Syndrome Kolonialisme

Presiden Yayasan Dakwah Eropa Arnoud van Doorn mengkritisi sikap 'post power syndrome' Prancis di bawah Presiden Emmanuel Macron yang justru menghembuskan islamophobia dan menggangu kerukunan beragama di negaranya.

Sikap itu diperparaha saat Prancis menekan negara-negara Arab untuk melarang warganya memboikot produk Perancis sebagai respon pada pembiaran pada penghinaan Nabi Muhammad SAW di sana. Macron bahkan memajang karikatur penghinaan Nabi di Istana kepresidenan.

"In France they still think that they are a colonial power. Wake up Macron, no more.," tulisnya dalam sebuah cuitannya di Twitter.

Penghinaan kepada Nabi oleh Macron dinilai sebagai 'sakit jiwa' oleh Turki karena tren islamophobia seperti ini sudah ketinggalan zaman. Sosok Nabi Muhammad SAW bahkan diakui oleh founding fathers di AS sebagai inspirasi konstitusi mereka. 




Posting Komentar

0 Komentar